Jumat, 23 Oktober 2015

Harga Pokok Pesanan



Harga Pokok Pesanan
Salah satu metode pengumpulan biaya produksi adalah harga pokok pesanan, metode harga pokok ini banyak digunakan oleh perusahaan yang memproduksi lebih dari satu jenis produk, sehingga produk yang dikerjakan sangatlah beragam baik dari segi mode, ukuran, bentuk maupun mutunya.
Metode harga pokok pesanan merupakan metode perhitungan harga pokok setelah produk selesai dikerjakan. Pengumpulan biaya harga pokok tersebut untuk setiap jenis produk dicatat dalam kartu harga pokok pesanan.

I.            Pengertian, Ciri dan Tujuan Harga Pokok Pesanan
Metode harga pokok pesanan adalah suatu cara menghitung atau mengumpulkan biaya produksi untuk pesanan tertentu. Harga pokok persatuan produk yang dihasilkan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan.
Tujuan pengumpulan biaya dalam metode harga pokok pesanan adalah untuk mengetahui harga pokok pesanan setiap barang jadi yang dipesan dan diserahkan ke pemesan. Pengumpulan biaya produksi dalam suatu perusahaan dipengaruhi oleh ciri ciri kegiatan produksi suatu perusahaan. Perusahaan yang memproduksinya berdasar pesanan mengolah bahan baku menjadi produk jadi berdasarkan pesanan.
Ciri perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan :
1.      Proses pengolahan produk terjadi secara terputus putus, jika pesanan yang satu selesai dikerjakan, proses produksi dihentikan dan mulai dengan pesanan berikutnya.
2.      Produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan, karena antara pemesan yang satu dengan yang lainya mempunyai variasi yang berbeda beda.
3.      Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan bukan untuk memenuhi persediaan digudang.
Ciri ciri metode pengumpulan biaya produksi dalam harga pokok pesanan :
1.      Digunakan jika perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokoknya secara individual.
2.      Biaya produksi harus dipisahkan menjadi dua golongan pokok, yaitu biaya produksi langsung dan biaya produksi tak langsung.
3.      Biaya produksi langsung terdiri terdiri atas biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, diperhitungkan atau dibebankan sebagai tenaga kerja kedalam harga pokok pesanan tertentu berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi.
4.      Biaya produksi tak langsung disebut dengan istilah biaya overhead pabrik (BOP), diperhitungkan atau dibebankan kedalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
5.      Harga pokok per unit produk dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi dengan membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pes.anan tersebut dengan jumlah unit produksi yang dihasilkan dalam pesananyang bersangkutan.

II.            Cara Pembebanan Biaya Harga Pokok Pesanan
Sesuai dengan ciri ciri metode pengumpulan biaya produksi dalam harga pokok pesanan, maka komponen harga pokok pesanan dapat dikelompokkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik (BOP)
Biaya produksi langsung (Biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung) dibebankan kepada pesanan berdasarkanbiaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya produksi tak langsung (BOP) dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka, misalnya tarif BOP = 80% dari tenaga kerja langsung
Untuk menentukan harga pokok produksi berdasarkan pesanan, siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam bisya bahan baku dan penolong, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, produk selesai, produk dalam proses, dan penjualan produk.

1.     Pembelian dan Pemakaian Bahan Baku
Akuntansi biaya bahan baku dan bahan penolong meliputi pembelian dan pemakaian yang jurnalnya sebagai berikut :
a.       Jurnal untuk mencatat pembelian bahan baku dan bahan penolong :
Persediaan Bahan Baku                                         Rp. xxx
     Utang Dagang / Kas                                                                 Rp. xxx
b.      Pemakaian Bahan Baku
BDP – Biaya Bahan Baku                          Rp. xxx
     Persediaan Bahan Baku                                                            Rp. xxx
c.       Pemakaian Bahan Penolong
BOP Sesungguhnya                                               Rp. xxx
     Persediaan Bahan Penolong                                                      Rp. xxx

2.     Biaya Tenaga Kerja
Akuntansi biaya tenaga kerjameliputi pemakaian tenaga kerja pembayaran dan pengalokasian biaya tenaga kerja.
a.       Jurnal untuk mencatat pemakaian tenaga kerja :
Gaji dan Upah                                     Rp. xxx
           Utang gaji dan upah                                                      Rp. xxx
b.      Waktu gaji dan upah dibayar :
Utang gaji dan upah                                         Rp. xxx
           Kas                                                                              Rp. xxx
c.       Pengalokasian atau pendistribusian gaji dan upah :
BDP- Biaya tenaga kerja langsung                   Rp. xxx
BOP Sesungguhnya                                         Rp. xxx
Biaya Pemasaran / Penjualan                            Rp. xxx
Biaya administrasi dan umum                Rp. xxx
           Gaji dan upah                                                               Rp. xxx

Penjelasan :
1)      Rekening BDP – Biaya tenaga kerja langsung digunakan untuk mencatat jumlah biaya tenaga kerja langsung pada departement produksi.
2)      BOP sesungguhnya digunakan untuk mencatat jumlah biaya tenaga kerja tidak langsung departement produksi, seperti upah mandor, teknisi alat alat produksi, petugas laboratorium, petugas kebersihan dibagian produksi dan lain lain.
3)      Biaya pemasaran untuk mencatat jumlah biaya tenaga kerja bagian pemasaran atau penjualan.
4)      Biaya administrasi dan umum untuk mencatat jumlah biaya tenaga kerja bagian kantor.

3.     Biaya Overhead Pabrik
Pembebanan BOP ke harga pokok pesanan dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka. Sedangkan BOP yang sesungguhnya dikeluarkan dan dicatat dalam rekening BOP sesungguhnya.
      Pada waktu penutupan buku perbedaan antara BOP yang dibebankan dengan BOP yang sesungguhnya dikeluarkan dan dicatat dalam rekening selisih BOP. Selisih BOP ini ditutup ke rekening harga pokok penjualan atau rugi/laba sehingga akuntansi BOP meliputi akuntansi pembebanan BOP berdasarkan tarif, akuntansi BOP yang sesungguhnya terjadi, penutupan rekening BOP, dan penutupan selisih BOP.
A.     Jurnal untuk mencatat pembebanan BOP berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka :
BDP-Biaya Overhead Pabrik                                 Rp. xxxx
          BOP yang dibebankan                                                         Rp. xxxx

B.     Jurnal untuk mencatat BOP yang sesungguhnya terjadi :
BOP sesungguhnya                                                Rp. xxxx
         Berbagai rekening di kredit                                                   Rp. xxxx

C.     Jurnal untuk menutup BOP
1)      Jika BOP yang sesungguhnya sama dengan BOP yang dibebankan (tidak terjadi selisih)
BOP yang dibebankan                                      Rp. xxxx
                        BOP sesungguhnya                                                       Rp. xxxx

2)      Jika BOP yang sesungguhnya lebih besar dari BOP yang dibebankan (selisih rugi)
BOP yang dibebankan                                      Rp. xxxx
Selisih BOP                                                      Rp. xxxx
            BOP sesungguhnya                                                                   Rp. xxxx

3)      Jika BOP yang sesungguhnya lebih kecil dari BOP yang dibebankan (selisih laba)
            BOP yang dibebankan                                      Rp. xxxx
                        Selisih BOP                                                                  Rp. xxxx
                        BOP sesungguhnya                                                       Rp. xxxx

D.    Jurnal untuk menutup BOP
1.      Jika BOP yang sesungguhnya lebih besar dari BOP yang dibebankan (selisih rugi).
Rugi-Laba/ Harga pokok Penjualan                 Rp. xxxx
           Selisih BOP                                                                  Rp. xxxx

2.      Jika BOP yang sesungguhnya lebih kecil dari BOP yang dibebankan (selisih laba).
Selisih BOP                                                      Rp. xxxx
           Rugi-Laba/ Harga pokok Penjualan                              Rp. xxxx


4.   Produk Jadi (Selesai)
Setelah pesanan selesai dikerjakan dipindahkan ke gudang oleh bagian produksi. Harga pokok pesanan yang telah selesai diproduksi tersebut dapat dihitung dari informasi biaya yang dikumpulkan dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan dan dicatat dalam rekening persediaan produk jadi.
Jurnal untuk mencatat produk jadi :
Persediaan Produk Jadi                                                Rp. xxxx
            BDP – Biaya Bahan Baku                                                         Rp. xxxx
            BDP – Biaya Tenaga Kerja                                                      Rp. xxxx
            BDP – Biaya Overhead Pabrik                                     Rp. xxxx


5.     Produk Dalam Proses
Pada akhir periode tertentu (terutama akhir bulan diadakan stock opname/ inventarisasi baik bahan jadi maupun produk/barang dalam proses. Produk yang belum selesai tersebut dicatat dalam rekening persediaan dalam proses.
Jurnal untuk mencatat persediaan bahan dalam proses:
Persediaan bahan dalam proses                                    Rp. xxxx
           BDP – Biaya Bahan Baku                                                         Rp. xxxx
           BDP – Biaya Tenaga Kerja                                                      Rp. xxxx
           BDP – Biaya Overhead Pabrik                                     Rp. xxxx


6.     Penjualan/Penyerahan Produk Jadi
Penjualan atau penyerahan produk jadi kepada pemesan dicatat dalam rekening penjualan sebesar nilai yang dijualanya dilakukan dengan mendebit rekening harga pokok barang jadi sehingga jurnal yang dibuat pada waktu penjualan/penyerahan produk jadi adalah sebagai berikut:
Kas/piutang dagang                                                     Rp. xxxx
           Penjualan                                                                                  Rp. xxxx
Harga Pokok Penjualan                                               Rp. xxxx
           Persediaan produk jadi                                                 Rp. xxxx


III.            Rekening Kontrol dan Rekening Pembantu
Rekening kontrol adalah rekening yang terdapat pada buku besar. Rekening tersebut diisi berdasarkan jurnal, sedangkan rekening pembantu adalah rincian dari rekening kontrol dan diisi berdasarkan dokumen sumber/transaksi.
Contoh :
Untuk memproduksi batako diperlukan bahan baku yang terdiri atas semen dan pasir. Maka rekening kontrolnya adalah bahan baku, sedang rekening pembantunya adalah semen dan pasir.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa rekening pembantu merupakan bagian dari rekening kontrol.
Rekening buku besar disebut rekening kontrol karena fungsinya mengontrol rekening pembantu, seperti dalam contoh diatas, jumlah nilai seluruh bahan baku digunakan (smen dan pasir) harus sama dengan jumlah yang tertulis dalam buku bahan baku (rekening kontrol).


IV.            Kartu Harga Pokok Pesanan
Dalam metode harga pokok pesanan kartu harga pokok mempunyai peran yang sangat penting, karena dalam kartu harga pokok itulah dicatat biaya produksi tiap pesanan secara rinci. Oleh karena itu kartu harga pokok berfungsi sebagai rekening Pembantu.






Contoh Kartu Harga Pokok Pesanan
PT Healt Wealth International
Jakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN

No Pesanan        :                                                                   Pemesan          :        
Jenis Produksi   :                                                                   Sifat Pesanan :
Tgl. Pesan          :                                                                   Jumlah            :
Tgl. Selesai        :                                                                    Harga Jual     :
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja
Biaya Overhead Pabrik
Tgl
No
Keterangan
Jumlah
Tgl
Jam Kerja
Jumlah
Tgl
Dasar
Tarif
Jumlah



















Contoh Soal :
PT Health Wealth International berusaha dalam bidang meubel dan memproduksi alat alat rumah tangga serta perkamtoran berdasarkan pesanan.
Pada bulan Juni 1995 mendapat pesanan dari yayasan Citra Medika untuk membuat 100 set meja belajar (100 meja dan 200 kursi) dengan harga setiap set sebesar Rp. 175.000 untuk memproduksi pesanan tersebut. PT HWI telah melakukan kegiatan sebagai berikut
1.      Membeli bahan baku dan bahan penolong
Bahan Baku :
Kayu dengan ukuran :
4 cm x 6 cm x 300 cm              250 pot @ Rp. 18.000             =          Rp. 4.500.000
2 cm x 20 cm x 300 cm            200 pot @ Rp. 30.000             =          Rp. 6.000.000
2 cm x 3 cm x 300 cm              100 pot @ Rp.  5.000              =          Rp.    500.000
Tripleks                                      25 lbr @ Rp. 15.000              =          Rp.   375.000
Cat                                           50 klg @ Rp.   10.000             =          Rp.     500.000
Jumlah bahan baku yang dibeli                                                  Rp. 11.875.000

Bahan Penolong :
Paku                5 kg @ Rp. 10.000                                          =          Rp.   50.000
Dempul            10 kg @ Rp. 5.000                                          =          Rp.   50.000
Amplas 200 lb @ Rp. 200                                            =          Rp.   40.000
Jumlah bahan penolong yang dibeli                                                        Rp.  140.000
Jumlah bahan baku dan bahan penolong                                          Rp. 12.015.000

2.      Pemakaian Tenaga Kerja
Upah langsung 1.000 jam @ Rp. 2.000                                   =          Rp. 2.000.000
Upah tidak langsung                                                                 =          Rp.    400.000
                                                                                                            Rp. 2.400.000
Gaji karyawan bagian administrasi dan umum                           Rp.    500.000
Jumlah biaya tenaga kerja                                                                    Rp. 2.900.000

3.      Pembebanan BOP selain pemakaian bahan penolong dan tenaga kerja tidak langsung adalah sebagai berikut :
Biaya Penyusutan Mesin                      Rp. 100.000
Biaya Penyusutan Gedung                    Rp. 250.000
Biaya Pemeliharaan Mesin                   Rp.  50.000
Biaya Pemeliharaan Gedung                 Rp.  50.000
                       Jumlah                          Rp. 450.000

Berdasarkan data diatas, buatlah :
a.       Jurnal pada waktu pembelian bahan baku dan bahan penolong.
b.      Kartu harga pokok, jika BOP yang dibebankan 60% dari tenaga kerja langsung.
c.       Jurnal pemakaian/pembebanan bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja dan BOP ke dalam BDP.
d.      Perhitungan harga pokok produk jadi dan jurnalnya.
e.       Jurnal penjualan produk
f.        Jurnal untuk menutup rekening BOP dan selisih BOP.

Jawab :
a.       Jurnal pada waktu pembelian bahan baku dan bahan penolong.
Persediaan Bahan Baku                            Rp. 11.875.000
Persediaan Bahan Penolong                      Rp.     140.000
                Utang Dagang                                                               Rp. 12.015.000

b.      Kartu harga pokok, jika BOP yang dibebankan 60% dari tenaga kerja langsung.
PT Healt Wealth International
Jakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN

No Pesanan        :   00458                                                Pemesan          :   Yayasan Citra Medika     
Jenis Produksi    :   Meja Belajar                                     Sifat Pesanan   :   Segera
Tgl. Pesan          :   24 Juni 1995                                     Jumlah             :   100 set meja belajar
Tgl. Selesai        :   29 Agustus 1995                               Harga Jual       :    Rp.   175.000
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja
Biaya Overhead Pabrik
Tgl
Keterangan
Jumlah
(Rp)
Tgl
Jam Kerja
Jumlah
(Rp)
Tgl
Dasar
Tarif
Jumlah
(Rp)

5/6







Kayu dengan ukuran
4 x 6 x 300 = 250 pt
2 x 20 x300 = 200 pt
2 x 3 x 300 = 100 pt
Triplek 25 lbr
Cat 50 Kaleng




4.500.000
6.000.000
500.000
375.000
500.000


1.000 jam

2.000.000


BTKL

60%

1.200.000
11.875.000
2.000.000
1.200.000
Jumlah Biaya Produksi                                                                          Rp. 15.075.000


c.       Jurnal pemakaian/pembebanan bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja dan BOP ke dalam BDP.
1.      Pemakaian Bahan
BDP – Biaya Bahan Baku                              Rp. 11.875.000
          Persediaan Bahan Baku                                                            Rp. 11.875.000
BOP Sesungguhnya                                        Rp.  140.000
          Persediaan Bahan Penolong                                                      Rp.   140.000
2.      Pemakaian Tenaga Kerja
BDP – Biaya Tenaga Kerja                            Rp. 2.000.000
BOP Sesungguhnya                                        Rp.    400.000
Biaya Administrasi dan umum             Rp.    500.000
          Gaji dan Upah                                                                          Rp. 2.900.000
3.      Pemakaian BOP selain bahan penolong dan tenaga kerja tidak langsung
BOP sesungguhnya                                         Rp. 450.000
Biaya Penyusutan Mesin                                               Rp. 100.000
Biaya Penyusutan Gedung                                             Rp. 250.000
Biaya Pemeliharaan Mesin                                            Rp.  50.000
Biaya Pemeliharaan Gedung                                          Rp.  50.000
4.      Pembebanan BOP kedalam BDP
BDP – BOP                                                   Rp. 1.200.000
          BOP yang dibebankan                                                  Rp. 1.200.000

d.      Perhitungan harga pokok produk jadi dan jurnalnya.
1.      Perhitungan Harga Pokok Produk
Biaya Bahan Baku                              Rp. 11.875.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung            Rp.   2.000.000
Biaya Overhead Pabrik (BOP)           Rp.   1.200.000
                                                          Rp. 15.075.000
2.      Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi
Persediaan Produk Jadi                                  Rp. 15.075.000
          BDP – BBB                                                                             Rp. 11.875.000
          BDP – BTKL                                                                           Rp.   2.000.000
          BDP – BOP                                                                             Rp.   1.200.000

e.       Jurnal penjualan produk
Piutang  Dagang                                                   Rp. 17.500.000
                Penjualan                                                                                  Rp. 17.500.000
Harga Pokok Penjualan                                        Rp. 15.075.000
                Persediaan produk jadi                                                 Rp. 15.075.000
f.        Jurnal untuk menutup rekening BOP dan selisih BOP.
1.      BOP yang dibebankan                                    Rp. 1.200.000
Selisih BOP                                                                              Rp.  210.000
BOP Sesungguhnya                                                                  Rp.  210.000
2.      Jurnal untuk menutup rekening BOP
Selisih BOP                                                    Rp. 210.000
          Harga pokok penjualan                                                 Rp. 210.000

Penjelasan :
BOP yang dibebankan 60% x Rp. 2.000.000   =                      Rp. 1.200.000
BOP yang sesungguhnya :
a.       Biaya Bahan Penolong              Rp. 140.000
b.      Biaya tenaga kerja tak langsung Rp. 400.000
c.       BOP yang lain                                      Rp. 450.000
Rp.    990.000
Selisih BOP                                                                              Rp.    210.000 (laba)

6 komentar:

  1. Sangattt membantu, terimakasih ^^

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Informasi bagus di sini, saya ingin berbagi dengan Anda semua pengalaman saya mencoba mendapatkan pinjaman untuk memperluas Bisnis Pakaian saya di Malaysia. Sangat sulit pada bisnis saya turun karena penyakit kecil saya waktu singkat maka ketika saya sembuh saya membutuhkan dana untuk mengaturnya lagi bagi saya untuk memulai jadi saya bertemu Mr Benjamin seorang petugas konsultan pinjaman di Le_Meridian Funding Service. Dia bertanya saya tentang proyek bisnis saya dan saya katakan kepadanya saya sudah memiliki One dan saya hanya perlu pinjaman 200.000,00 USD dia memberi saya formulir untuk diisi dan saya juga dia bertanya kepada saya tentang ID Valid saya dalam beberapa hari. Mereka melakukan transfer dan pinjaman saya diberikan . Saya benar-benar ingin menghargai upaya di sana juga mencoba untuk memberikan ini kepada siapa pun yang mencari pinjaman bisnis atau masalah keuangan lainnya untuk Menghubungi Layanan Pendanaan Le_Meridian Di Email: lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.com. Ia juga tersedia di WhatsApp Contact: +1 -9893943740.

    BalasHapus
  4. Piutang dagang nya dari mana kak?

    BalasHapus